Kamis, 11 Desember 2008

Kisah Aku

Sebuah kisah nyata yang tertuang dalam sebuah tulisan seorang yang hidupnya penuh dengan ketidak beruntungan dan penuh dengan masalah. Cinta anak manusia yang tidak pernah hilang sepanjang massa, karena ini sebuah kisah nyata dan coba untuk diuraikan kembali kisahnya. Cinta yang dianggap oleh sebagian orang sebagai cinta terlarang coba kembali digoreskan.

Dua insan anak manusia yang memulai perkenalannya secara tidak terduga di sebuah camping ketika ada acara. Dua insan anak manusia yang menuntut ilmu disebuah universitas swasta di kota yang tidak begitu besar. Sebut saja namanya Audy dan Andi, mereka berdua bertemu pada angkatan pertama mereka kuliah. Perkenalan yang hanya sebatas saling tatap dan mengagumi itu berlangsung sangatlah singkat. Dua hari pertemuan di sebuah tempat camping tersebut memberikan kesan yang biasa bagi keduanya.

Hari telah berganti, kehidupan pun terus bergulir. Audy yang memiliki paras yang cantik membuatnya menjadi primadona baik di kelasnya maupun, di sekitar ia berada. Pertemuan keduanya sering terjadi ketika Andi berjalan melewati lorong-lorong kampus mendapati Audy sedang bercengkrama dengan teman-temannya. Karena malu dan kurang memiliki kepercayaan diri, dari hati kecil ingin memanggil tetapi akhirnya hanya berlalu begitu saja. Terlihat kedekatan yang sempat terjalin antara Audy dengan senior Andi disebuah kegiatan mahasiswa membuat sedikit perasaan bahagia akan tetapi juga perasaan yang mengganjal.

Pertemuan keduanya pun sering terjadi tanpa kesengajaan, dibeberapa kesempatan dan dibeberapa tempat yang tidak pernah diduga dan direncakan. Pertemuan mereka pun berlangsung tanpa adanya tegur sapa, maupun sedikit perkataan yang terlontar dari keduanya. Andi yang belum mempunyai nyali untuk menegur bahkan menyapa hanya mampu memandangi dari kejauhan.

Beberapa bulan kemudian ada sebuah pemilihan ketuan sebuah orgaudysasi yang pemilihannya berlangsung secara terbuka dan dipilih oleh seluruh mahasiswa. Sedikit aroma tidak percaya dan tanpa keoptimisian Andi yang notabennya adalah mahasiswa angkatan pertama memberaudykan diri untuk mencalonkan diri. Setelah melalui tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam pemilihan tersebut akhirnya Tuhan memberikan memberikan amanah dari seluruh mahasiswa kepada mahasiswa angkatan pertama tersebut beserta koleganya. Tugas berat mulai diemban anak muda yang berhasil terpilih dari kandidat-kandidat yang telah memiliki jam terbang dan pengalaman yang lebih tinggi.

Tindakan cepat segera dilakukan, segera dibukanya recruitment pendaftaran anggota baru. Kisah ini pun dimulai lagi. Ketika dalam istirahat siangnya sebelum pergi kekampus Hp yang ditaruhnya dibawah bantal tempat tidurnya. Satu pesan diterimanya, dari orang yang tidak dia kenal dan menayakan kepadanya dengan panggilan kakak perempuan, menanyakan kepadanya kapan ia berangkat kekampus karena ia ingin mengumpulkan formulir pendaftaran. Tenyata orang yang tadinya dianggap meremehkan Andi karena panggilannya tadi ternyata adalah Audy. Recruitment pun telah berakhir, seleksipun telah diadakan dan pengumuman pun akhirnya dikeluarkan. Entah karena apa mereka dipertemukan selaku pimpinan dan anggota dalam orgaudysasi tersebut. Semuanya terasa seperti takdir yang telah digariskan oleh Tuhan.

Andi yang dulunya hanya mampu memandangi Audy dari jauh, hanya mampu melihat dari jarak 500 meter kini bisa dekat. Berawal dari sebuah bercanda antara keduanya berlanjut melalui komunikasi lewat pesan singkat atau sms-an. Kedekatan antara keduanya pun tak elakkan. Sekali lagi sebuah ketidak percayaan masih ada dibenak Andi, dia yang dulu hanya mampu untuk memandang tanpa menegur sapa akhirnya bisa dekat. Tapi hanya mampu sebatas menjadikan hubungan sebagai pemimpin dan anggota, hubungan pertemanan. Andi yang pada saat itu sedang mengalami krisis kepercayaan diri akhirnya pun dapat bangkit kembali, semangat sebagai mahasiswa dan motor penggerak orgaudysasi akhirnya tumbuh kembali. Perjuangan dan pergerakan nya yang sempat sedikit surut karena belum siap menerima segala agresi dari lawan-lawan poltiknya ketika menjadi calon pemilihan pun berlangsung kejalan atau track yang sebenarnya.

Tapi ditengah kebangkitannya tersebut sudah sempat kembali tetapi sedikit surut kembali krtika melihat kedekatan Audy dengan Tino seorang mahasiswa anggkatan terakhir yang sedang menyelesaikan praktek pengalaman lapangannya. Tapi pengahalang itu tak berlangsung lama, ada sedikit kegundahan dihati Andi ketika sedang termenung sendiri, dia memikirkan kedekatannya dengan Audy yang sebelumnya hanya sebatas teman tetapi perasaan yang dirasakan ketika sedang bertemu dan melihat dia dekat Tino merubah pandangan dari Andi. Kegundahan it uterus datang, perasaan itu sudah sulit untuk disembunyikan. Dimana timbul gejolak antara keinginan pribadi dengan hati nuraudy yang paling dalam. Merasa dirinya kecil, tak sempurna maka Andi tida beraudy kembali untuk mengungkapkan isi hatinya.

Kedekataan dari Andi dan Audy yang dulunya hanya bisa dilakukan lewat pesan singkat mealalu telepon selular, kini bisa menjadi sebuah pengalaman yang tidak pernah terlupakan. Ketika ada kegiatan bersama dalam satu orgaudysasi yang diikuti oleh keduanya itupun dimulai. Pertama kali melakukan perjalanan jauh antara keduanya. Perbincangan yang dilakukan keduanya selama perjalanan menuju teampat tujuan membuat keduanya semakin dekat dan semakin dekat. Perjalanan keduanya yang pertama sebagai rombongan besarpun, berubah menjadi rombongan kecil. Ditengah jalan musibah menimpa keduanya, sepeda motor yang dikemudikan Andi bannya meletus. Itu musibah tapi sedikit membawa berkah bagi keduanya. Mereka bisa istirahat sejenak dan melakukan pembicaraan ringan dan membuat kedekataan antara keduanya semakin dekat kembali.

Dalam acara yang dikonsepkan pada saat itu memang membuat kedekatan antara keduanya semakin terjalin. Teringat pada saat diskusi malam hari, teman-teman semua diawali dengan perkenalan diri. Memperkenalkan diri sendiri. Andi yang memang usil selalu menyelentingkan pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya tidak penting kepada teman-temannya yang lain. Pertanyaan itu tentang status dari pada teman-temannya. Tapi namanya juga diselingi bercanda akhirnya pada saat Andi mendapat giliran untuk memperkenalkan diri, semua teman-temanya sepakat dan kompak menanyakan status kepadanya. Bingung dengan pertanyaan-pertanyaan yang terlontar tersebut. Karena juga sedang dalam pencariaan, maka dengan entengnya keluar dari kata-kata dari mulut Andi yang menyatakan bahwa Insyaallah tidak ada yang mau dengan dia. Sebetulnya perkataan itu merupakan sinyalmen yang diberikan oleh Andi bahwa dia sedang kosong dan sedang menanti. Akan tetapi statement menuai protes dari Anjar, Anjar yang pada saat itu juga berada dalam satu Forum memberikan pernyataan yang sedikit pedas. Anjar mengkritik dari pada pernyataan Andi tentang tidak ada, dan semua teman-teman sepakat untuk menolak statement tersebut. Dan pada saat statement dari teman-teman semua itu keluar, pandangan Andi ternyata tertuju pada Audy. Ternyata ketidak setujuan juga terlihat dari raut wajah Audy, dari raut wajahnya terlihat kalau dia kecewa dengan Andi. Dan akhirnya Andi meminta maaf atas statement yang telah ia keluarkan dan berharap cinta itu datang kepadanya.

Kisah itu kembali berlanjut ketika acara diskusi itu selesai,Audy yang setelah acara mengeluh kalau perutnya sakit, dan pengen beli bakso. Kebetulan tidak jauh dari tempat yang digunakan untuk pertemuan itu ada penjual bakso. Akhirnya Andi, Audy, dan Ndari pun pergi untuk menyantap semangkuk bakso. Saat makan bakso perbincangan antara keduanyapun berlanjut. Audy tidak menghabiskan bakso yang telah dipesannya, ia pergi sedikt menyindiri. Dan pada saat menghampiri Andi, iseng Andi muncul. Ia memeinta kepada Audy untuk memijatnya karena ia mengeluh badanya capek sekalian. Andi yang notabennya sudah hampir satuntahun jauh dari cewek disentuh dengan seorang cewek dengan pijatannya, ia pun merasakan bahagia sekali saat itu. Mersakan sesuatu yang hilang telah kembali. Kebahagian yang dulu hilang telah kini telah kembali. Walaupun merasakan ada sedikit kegundahan dihati. Apakah yang dirasakan oleh Andi ini benar.

Setelah acara tersebut ternyata memberikan efek yang psoitif bagi keduanya. Keduanya semakin dekat, hubungan mereka pun semakin akrab. Dan gelak tawa canda selalu terpancar dari keduanya.Kisah antara Audy dan Andi kembali dimulai ketika pertama kalinya, selama kenal dengan Audy dan beraudy untuk mengunjungi rumah seorang cewek setelah hampir satu tahun lebih tidak berkunjung kerumah cewek. Perasaan pertama yang dirasakan oleh Andi ialah tidak menentu. Disisi lain dia senang bisa bersama-sama dengan Audy. Seperti halnya teman mereka ngobrol bersama, bercanda tertawa bersama-sama sampai pada sebuah pembicaraan yang sedikit serius membuat pembicaraan tersebut terhenti. Gelak tawa yang sebelumnya keluar dengan mudahnya kemudian berganti dengan kesedihan yang keluar dari raut wajah Audy. Hanya karena perkataan spele yang keluar dari mulut Andi. Dia mengatakan bahwa, dia tidak berarti buat Audy. Teryata perkataan itu yang membuat Audy sedih.

Tersirat dari hal tersebut sebenarnya bukan hanya Andi yang menaruh rasa kepada Audy akan tetapi sebaliknya juga yang dirasakan oleh Audy. Sebenarnya malam itu juga Andi ingin mengungkapkan apa yang telah ada dihati Andi. Akan tetapi kembali perasaan nerveus dan rasa tidak peraya diri itu kembali mencuat, membuat nyali Andi kembali menyurut. Setelah terjadi sedikit miss komunikasi diantara keduanya yang mengakibatkan sedikit berubahnya suasana perbencingan antara keduanya. Akhirnya Andi mengalah dan meminta maaf karena telah mengatakan hal yang semestinya dia katakana kepada Audy dan membuat Audy pun sedih.permintaan maaf tersebut tidak serta merta diterima oleh Audy. Tapi akhirnya pintu maaf itu terbuka bagi Andi. Mungkin karena kasihan melihat raut wajah Andi yang sedikit membuat orang yang meliahtnya merasa kasihan.

Sepulang dari rumah Audy, Andi segera mengambil HP dan segera mengirimkan pesan singkat kepada Audy. Ia meminta maaf terhadap perkataannya tadi saat berada dirumah Audy yang ternyata menyakiti hati Audy. Ternyata Audy menginginkan bahwa perkataan yang tadi keluar merupakan perkataan yang terakhir dan berharap tidak akan keluar lagi, karena pintu maaf idak akan terbuka untuk kedua kali. Ia Andi pun berjanji tidak akan mengulangi perkataannya tadi. Kemudian Andi memberanikan diri untuk menyakan bagaimana sebenarnya hubungan antara Audy dengan Tino. Jawaban yang keluar sebetulnyas membawa sedikit perasaan sedih akan tetapi juga bahagia. Sedih karena pintu untuk masuk kehati Audy serasa sudah tertutup, senang karena melihat orang yang disayanginya ternyata sudah bahagia bersama idaman hatinya. Pesan singkat balasan dari Audy itu disertai sebuah pertanyaan yang membuat bingung untuk menacawab bagaimana. Bagaimana musti dijawab pertanyaan tersebut. Audy menanyakan apakah Andi sebenarnya rasakan kepada dia, Apakah Andi sayang ama Audy.

Bingung saat itu yang dirasakan. Dia tahu dan sadar bahwa dia berada pada posisi yang sangat sulit. Posisinya saat itu berada pada satu pilihan. Disisi lain hati kecil ini tidak bisa lagi dibohongi, perasaan ini tidak bisa lagi ditutupi, dilain pihak tidak memungkinkan bagi Andi untuk menutup mata kalu Audy menyatakan bahwa hubungannya dengan Tino baik-baik saja, dan itu mengisaratkan bahwa tak ada lagi kesempatan bagi Andi untuk memasuki kehidupan dari pada Audy. Akan tetapi dia bernikan diri untukm mengungkapkan apa yang menjadi isi hatinya dan membuat keputusan untuk mengungkapkan rasa sayangnya kepada Audy, terserah bagaimana nanti Audy menilai Andi. Bagaimanapun nantinya keputusan dari Audy, Andi sudah siap menerima segala konsekwensinya. Ternyata ketakutan yang selama ini dikawatirkan oleh Andi ternyata tidak terbukti. Sayang yang dikatakan kepada Audy pun hanya dibalas dengan sedikit ucapan terima kasih. Dia tidak menjawab secara spesifik apa yang telah menjadi peryataan dari Andi. Akhirnya perbincangan malam itupun pun berakhir buat Audy dan Andi. Akan tetapi Andi tak bisa tidur jauga malam itu, ia terus memikirkan apa yang telah terjadi padanya. Apakah yang telah lakukan, ia mencoba untuk instrokperksi diri. Dia mencoba untuk lebih tegar menghadapi keyataan bahwasanya hubungan antara Audy dan Tino baik-baik saja, Andi tak ingin menjadi duri penghalang antara hubungan kedua insane tersebut.

Malam itu juga akhirnya mengirmkan pesan singkat disaat Audy mungkin sedang tertidur lelap. Andi menyatakan sikapnya bahwasanya kalau memang hubungan antara Audy dan Tino baik-baik saja dan Audy bahagia bersama Tino, maka Andi bersedia mundur demi kebahagiaan mereka semua. Berat sebenarnya untuk mengungkapkan bahwa Andi ingin keluar dari kehidupan Audy, yang notabenya adalah orang yang ia sayangi saat itu. Berat namun ia memikirkan demi kebahagiaan orang ia sayang ia rela melakukan apapun jua, meski harus berkorban nyawa juga.

Hari itupun berlalu tanpa ada kepastian mengenai hubungan mereka, pagi itu juga Andi mendapati Hp-nya bergetar dan mendapati pesan singkat dari Audy. Pesan pertama yang ia dapatkan pagi itu yang berisikan sebuah kekecewaan dari Audy, ia kecewa terhadap Andi kenapa disaat ia sudah sayang sama Andi. Andi malah memilki keinginan untuk menjauhi Audy. Dan mengisyaratkan sebuah kekecewaannya dengan memberikan sedikit ultimatum, bahwasanya dari pada nantinya ketemu dengan Andi tapi tak membaw kebahagiaan, lebih baik Audy yang menjauh dari kehidupan Andi. Saat itu Andi bingung bukan kepalanng, apa yang harus ia lakukan. Ia sadar bahwa yang telah ia lakukan pasti menyakiti hati orang yang ia sayangi dan ia tidak menginginkan smeua itu terjadi. Sesegera mungkin ia meminta maaf kepada Audy, ia memohon kepada Audy agar semua niatnya dibatalkan. Karena ia tidak menginginkan Audy jauh dari kehiudpannya kerana rasa sayang itu sudah terlanjur melekat dihatinya.

Sebetulnya hari itu juga merupakan hari bahagia, dimana saat itu Audy telah menyatakn perasaanya kepada Andi. Audy menyatakan bahwa rasa yang dirasakan antara keudanya adalah sama. Saat itu rasa sayang juga dilontarkan oleh Audy kepada Andi, bahkan Adudy telah memberikan sedikit ruang dihatinya bahkan hingga separo hatinya siap ia berikan kepada Andi. Tidak serta merta hubungan antar keudanya lancar dan berjalan sampai disitu. Kisah cinta penuh pengorbanan itu baru dimulai. Keesokan harinya Andi berkunjung ke Kampus untuk melihat kepergian Audy pada saat itu progam studinya mengadakan orientasi mahasiswa baru di luar kota. Sedih rasanya ditinggal oleh pujaan hati, akan tetapi bagaimanapun itu semua karena tugas dan tanggung jawab. Andi hanya bisa melepas kepergian Audy sebatas ucapan selamat jalan dan sedikit doa semoga selamat sampai ditempat tujuan. Dan sedikit kecupan hanya lewat pesan singkat. Sehari semalam kegiatan yang dilakukan oleh Audy dan hanya bisa berhubungan via sms, ingin rasanya berjumpa dengan Audy. Maka ketika sepulang dari acara tersebut Andi langsung saja menjemput Audy ditempat dimana ia melaksanakan orientasi mahasiswa barunya. Bahagia rasanya bisa bertemu dengan sang pujaan hati, rasa capek dan lelah tidak ia rasakan, padahal hari itu agenda Andi cukuplah padat. Sepulang menjemput Audy teman-teman aktifis sudah menantinya utnuk mengadakan aksi damai.

Kisah Andi dan Audy terus berlanjut,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar